"Seandainya aku tidak hadir dalam hidupmu, mungkin kamu akan baik-baik saja."
Melihat wajah dia kemarin, penuh dengan kebingungan dan berjuta tanya di dalam kepala tanpa bisa dia keluarkan. Dia pun tersenyum dan sesekali memperhatikan wajahku. Entah apa yang ada dibenaknya. Terbersit dalam hatiku.
"Seandainya aku tidak hadir dalam hidupmu, mungkin kamu dan dia akan baik-baik saja."
Mendengar suaranya (cinta) semalam, penuh dengan selidik dan cemburu serta menuntut suatu kebenaran. Entah dari mana beribu serbuk emosi itu menghinggapi isi kepala dan hati saat dirinya (cinta) mendengar nama kamu. Aku benar-benar merasa bersalah. Juga terbersit dalam hatiku.
"Seandainya aku tidak hadir dalam hidupmu, mungkin dia akan baik-baik saja."
Maapkan aku, tanganku tak kuasa tuk menahannya.
Maapkan aku, hatiku tak mampu tuk memendamnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar